Memilih Baju Anak Laki-Laki yang Nyaman

baju anak laki-lakiAnak laki-laki cenderung tidak bisa diam, ada saja tingkah lakunya yang membuat para orang tua frustasi menghadapinya. Dari mulai memanjat pohon, membuat halaman berantakan, mengejar layang-layang, dan kegiatan aktif lainnya. Hal itu tidaklah buruk karena dapat melatih motoriknya sehingga anak memiliki daya tahan tubuh yang kuat. Untuk mendukung sikap aktifnya, bunda harus memberinya baju yang nyaman. Jika mengalami kesulitan dalam memilih baju yang nyaman untuk anak laki-laki Anda, ikuti tips di bawah ini:

Memilih model yang simple

Pilihlah model baju yang sederhana, seperti kaos untuk pakaian sehari-hari si kecil. Agar si kecil senang memakainya, pilihlah baju yang memiliki gambar tokoh anime atau superhero yang disukainya. Pastikan model baju yang dipilih memiliki ukuran yang pas dengan tubuh si kecil. Jika tidak sesuai dengan ukuran tubuhnya, baju tersebut hanya akan menghambat aktivitas bermainnya, baik  itu kekecilan maupun kebesaran.

Mengutamakan bahan yang aman dan nyaman

Hindari untuk memilih bahan pure nillon atau parasut karena tidak dapat menghantarkan panas. Iklim di Indonesia yang panas, akan membuat anak tidak betah bermain karena kegerahan. Tak lupa untuk memperhatikan teksturnya. Pilih tekstur yang lembut dan halus agar aman untuk kulitnya. Dengan memilih baju berbahan dingin seperti katun, Anda telah memberikannya kenyamanan dalam bermain.

Menghindari penggunaan jeans

Karena ingin anak tampil trendi, lantas Anda memilih untuk mengenakan baju berbahan dasar jeans padanya. Hal itu bukanlah tindakan yang cepat karena bahan jeans dapat menyebabkan kegerahan. Tekstur jeans yang kasar pun dapat mengiritasi kulit anak. Selain itu, bahan dasar pembuatan jeans, yaitu denim mengandung bahan pewarna dan pengawet dengan kadar tinggi sehingga membahayakan kesehatan si kecil.

Setelah memutuskan untuk membeli baju yang nyaman untuk anak Anda, sebaiknya lakukan perawatan yang tepat untuk menjaga kualitasnya. Hindari penggunaan deterjen bubuk saat pencucian karena mengandung bahan kimia berkadar tinggi yang dapat membuat kulit anak menjadi iritasi. Kini, kian banyak produk pembersih pakaian khusus anak, Anda bisa memilih salah satunya dengan memastikan kadar bahan kimia yang tertera di kemasan. Untuk memanfaatkan baju bekas anak yang menumpuk di lemari, klik di sini. Semoga artikel ini bermanfaat. 🙂

Cara Memanfaatkan Baju Bekas Anak

memanfatkan baju bekas anakPerkembangan tinggi dan bobot anak yang terjadi secara perlahan, tanpa disadari menghasilkan limbah pakaian yang menggunung. Hal ini tentu saja dapat diatasi dengan cara menjualnya di tukang loak atau menyumbangkannya ke panti asuhan. Namun, karena berbagai kondisi banyak orang tua yang tidak bisa melakukannya sehingga lebih memilih menyimpannya di gudang. Apakah Anda mengalami hal yang sama? Jika iya, Anda bisa memanfaatkan baju bekas anak dengan cara di bawah ini:

Memadukan jenis pakaiannya

Untuk Anda yang memiliki anak yang pertumbuhannya tidak terlalu drastis, bisa mencoba memadupadankan baju-baju lama dengan baju barunya. Untuk bisa melakukan ini, Anda harus pandai dalam mencocokan warna pakaian dan bawahannya. Jadilah orang tua yang kreatif dengan menerapkan mix and match, bukan membeli baju baru setiap 2 minggu sekali. Dengan begitu, Anda bisa menghemat anggaran belanja dan menggunakan kelebihan uangnya untuk keperluan yang lebih penting.

Mendaur ulang pakaian menjadi pakaian baru

Jika Anda berbakat dalam menjahit pakaian, sangat dianjurkan untuk mendaur ulang kembali baju-baju bekas anak untuk dijadikan pakaian baru yang lebih modis dan trendy. Anda bisa melihat contoh-contohnya di majalah-majalah mode khusus pakaian anak atau browsing di internet. Anda bisa menyuruh anak Anda untuk memilih sendiri model pakaian yang disukainya. Namun, tetap dengan mempertimbangkan ketersediaan kain yang ada.

Mengubahnya menjadi kerajinan tangan

Tidak hanya bisa dijadikan pakaian baru, Anda bisa juga membuat keset, taplak meja, tas, gorden, atau benda lainnya dengan memanfaatkan kain perca (limbah baju bekas anak tersebut). Selain digunakan sendiri, Anda bisa menjadikannya ide usaha. Sebagai langkah awal, Anda bisa mengupload foto produk tersebut ke media sosial. Jika banyak yang tertarik untuk memesan, Anda bisa memperluas usaha. Dengan begitu, Anda bisa menciptakan lapangan pekerjaan untuk orang lain dengan memanfaatkan limbah pakaian anak.

Dengan pandai memanfaatkan baju bekas anak dengan baik, Anda tidak hanya dapat mengasah kreatifitas, tetapi juga mendapatkan keuntungan. Semoga artikel ini bermanfaat untuk para orang tua di rumah.

February 25, 2015Permalink 1 Comment