Ini Dia Permasalahan di Sekolah Pilot

Beberapa minggu yang lalu, atasanku memintaku untuk mengunjungi salah satu relasinya di Federasi Pilot Indonesia (FPI). Relasinya tersebut bekerja sebagai staf penting di lembaga tersebut. Bosku memintaku untuk mewawancarai beliau terkait ladies become pilots. Atasanku menganggap bahwa hal ini bisa menjadi perbincangan hangat karena di Indonesia sendiri masih jarang ditemukan pilot wanita.

Ketika sampai di FPI, aku pun segera menemui staf tersebut dan memperkenalkan diri. Setelah itu, aku segera mewawancari beliau terkait pilot wanita di Indonesia. Menurut data yang dia peroleh, memang pilot wanita di Indonesia masih sangat sedikit. Menurutnya hal ini terjadi karena berbagai faktor, seperti minat dan keinginan para wanita yang memang tidak mau menjadi pilot.

Setelah berbincang-bincang dengan beliau mengenai pilot wanita di Indonesia, aku pun menanyakan pertanyaan yang masih berhubungan dengan sekolah penerbangan. Waktu itu, aku menanyakan mengenai permasalahan di sekolah pilot itu sendiri. Dia pun menjelaskan bahwa ada beberapa permasalahan di sekolah pilot, seperti yang disebutkan di bawah ini:

Masa pendidikan yang selesai tidak tepat waktu

Pada umumnya, masa pendidikan di sekolah pilot adalah 2 sampai 3 tahun. Namun, fakta di lapangan menunjukkan bahwa kebanyakan peserta didik, justru lulus dari sekolah pilot lebih dari 3 tahun. Hal ini disebabkan karena lambatnya proses pendidikan dan pelatihan di sekolah pilot yang mereka pilih. Anyway, beliau itu juga memberitahuku bahwa sebaiknya calon peserta didik itu didaftarkan di sekolah penerbangan berkualitas dan profesional, seperti AAA Academy.

Dana tidak terduga yang dibebankan kepada para orang tua

Saat mengalami kegagalan dalam program pendidikan atau pelatihan, para peserta didik di sekolah pilot diwajibkan untuk membayar dana tambahan yang tentu tidak sedikit jumlahnya. Parahnya dana ini tidak pernah diberitahukan sebelumnya kepada para orang tua, sehingga mereka harus susah payah untuk membayar dana tersebut.